Jenis Selada
Tanaman Selada (Lactuca sativa L.) yang terkenal terdiri dari tiga jenis, yaitu selada mentega, selada tutup, dan selada potong. Selada mentega atau selada telur (kropsla) berkrop bulat, tetapi keropos (lepas). Selada jenis ini rasanya lunak dan enak, oleh karena itu selada jenis ini paling digemari. Keunggulan selada jenis mentega dibandingkan dengan jenis selada lainnya ialah selada ini tidak mudah rusak sehingga dapat dikirim ke tempat yang jauh. Sementara selada tutup (rangu) kropnya bulat, agak padat dan rasanya renyah. Sedangkan selada potong (cut-lettuce) kropnya lonjong atau bulat panjang, rasanya enak tetapi agak liat.
Selain jenis di atas,ada pula tanaman yang menyerupai selada baik syarat tumbuh maupun car tnam. Akan tetapi, rsnya agak pahit. Jenis selada yang dimaksud adalah Andewi (Cichorium endevia L.). Daun andewi ada yang berbentuk keriting dan ad pula yang halus dan lebar, namun andwi yang lebih terkenal adalah andewi yang berdaun keriting. Jenis selada lainnya adlah selada air (Nasturtium officinale R.Br.), tetapi selada air ini termasuk ke dalam famili Cruciferae (Bressicaceae). Tumbuhnya menjalar seperti tanaman kangkung dan bisa di tanam di rawa-rawa.
Teknik Menanam Selada
Tanaman selada dapat tumbuh dengan baik, baik di dataran tinggi (pegunungan) maupun di dataran rendah. Adapun daerah yang merupakan sentra penghasil selada adalah Cipanas, Pangalengan, dan Lembang. Didaerah pegunungan, daunnya dapat membentuk krop yang besar. Sebaliknya di dataran rendah, tanaman ini hanya membentuk krop yang kecil tetapi cepat berbunga. Adapun persyaratan penting agar tanaman selada dapat tumbuh dengan baik ialah tanah harus mengandung pasir atau lumpur (subur), suhu udara 15 – 20o C, dan derajat keasaman tanah (pH) 5 – 6,5.
Waktu penanaman seladah yang paling baik adalah pada akhir musim hujan (Maret/April). Akan tetapi selada dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan cukup diberi air.
Sementara pada andewi tidak baik ditanam pada musim hujan karena tidak than terhadp hujan.
1.
Cara Tanam
Selada dikembangbiakan dengan bijinya. Dalam 1 ha lahan diperlukan 600 – 800 biji selada. Menurut teori, satu ha diperlukan 300 g biji dengan daya kecambah 75%. Secara fisik biji-biji selada berukuran kecil, lonjong, pipih (gepeng), dan berbulu tajam.
Tanah yang akan dipakai untuk menanam selada, terlebih dahulu harus dicangkul sedalam 20 – 30 cm kemudian diberi pupuk kandang sebanyak 10 ton per ha. Selain itu, lahan dibuat bedengan dengan lebar 1 meter dan memanjang dari arah timur ke barat. Setelah bedengan terbentuk, lalu buat alur-alur menggunakan garu. Arah pembuiatan alur lurus ke arah timur dengan jarak antar alur 25 cm. Pembuatan alur tersebut tidak terlalu dalam karena akar-akar selada mengumpul di lapisan tahan atas.
Biji-biji selada dapat ditanam langsung di kebun tanpa disemaikan terlebih dahulu. Apabila biji disemai, dijaga kelembaban tempat persemaiannya sehingga selada tumbuh cepat dan baik. Setelah berumur sebulan (kira-kira berdaun 4 helai), bibit dapat dipindahkan ke kebun dengan jarak tanam 20 cm x 25 cm atau 25 cm x 25 cm.
Biji selada yang ditanam langsung, ditaburkan merata sepanjang alur kemudian ditutup tanah tipis-tipis. Biji selada akan tumbuh 5 hari kemudian. Setelah berumur kira-kira 1 bulan (kira-kira berdaun 3 – 5 helai), tanaman mulai diperjarang. Penjarangan dilakukan terhadap bibit kerdil hingga jarak antar tanam menjadi 20 – 25 cm.
Setelah berumur 2 minggu dari tanam, tanaman diberi pupuk urea sebanyak 100 kg tiap ha atau  1 g tiap tanam. Pupuk diletakan diantara barisan tanaman.
2.
Pemeliharaan Tanaman
Tanaman selada sering menghadapi ancaman serangan penyakit. Penyakit yang penting ialah penyakit busuk akar yang disebabkan oleh cendawan Rhizoctonia solani Khun. Penyakit ini sering menyerang tanaman muda (waktu di persemaian). Akan tetapi, penyakit ini dapat diatasi dengan semprotan larutan Benlate 0,2 – 0,5% pada tanahnya.
Selain penyakit, ada juga hama yang mengancam pertumbuhan tanaman. Hama yang perlu diberantas ialah kutu-kutu daun (Mysuspersicae Sulzer). Hama tersebut merupakan serangga vektor penyakit virus yang menimbulkan kerugian dan kegagalan seluruh tanaman. Kutu-kutu daun ini dapat diberantas dengan semprotan Kalthane 0,2%.
3.
Pemanenan
Tanaman selada dapat dipungut hasilnya setelah berumur 2 – 2,5 bulan dari waktu tanam. Memungut hasilnya dengan cara mencabut tanaman beserta akarnya atau memotong bagian batang antara daun terbawah dengan bagian yang di atas tanah. Tanaman yang terawat dengan baik dan tidak terserang penyakit dapat mencapai hasil.